BAHASA
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas individu
mata kuliah psikologi umum
Dosen pengampu: Eva Latipah,M.Si

Disusun oleh
Nama :
Anggitiyas S.
Nim :
11480015
PENDIDIKAN GURU
MADRASAH IBTIDAIYAH
UNIVERSITAS NEGERI
ISLAM SUNAN KALIJAGA
A. LATAR BELAKANG
Masa bayi atau balita (di bawah lima tahun) adalah
masa yang paling signifikan dalam kehidupan manusia. Pada masa balita ini,
manusia pertama kali belajar atau diperkenalkan dengan suasana yang sama sekali
“baru”, dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya di dalam kandungan. Masa
balita ini bisa dibagi menjadi 2 periode, yaitu masa orok (0-2 minggu), masa
bayi (2 minggu-2 tahun) dan masa kanak-kanak (2-5 tahun).
Pada awal masa orok
gerakan-gerakan bayi masih banyak yang muncul dari instingnya, menjelang usia
7-8 bulan, perasaan atau emosi bayi mulai muncul, walaupun rasio atau
pikirannya belum berfungsi sama sekali. Pada usia 12-14 bulan, bayi mulai
mengenal lingkungannya, baik lingkungan fisik ataupun sosial. Bayi mulai bisa
membedakan benda-benda dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Secara bertahap,
bayi mulai memahami hubungan antar “kata” dengan apa atau siapa saja yang ada
di sekitarnya. Dan untuk itu, bayi mulai memerlukan alat ekspresi yang disebut
“bahasa”.
Setiap kelompok masyarakat mempunyai bahasa. Ini
merupakan kenyataan yang luar biasa, mengingat banyaknya perbedaan antara suatu
masyarakat dengan masyarakat yang lain. Keuniversalan bahasa menunjukkan bahwa
bahasa termasuk alat yang sangat diperlukan manusia. Dalam berkomunikasi bahasa
merupakan suatu keharusan dan modal yang mampu menunjukkan identitas diri. Baik
dari situasi formal maupun non formal. Bahkan bahasa yang dianggap sebagai
budaya berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak anak usia dini.
Seseorang mulai mengenal bahasa sejak di lingkungan keluarga, kemudian
berlanjut ke lingkungan sekolah, dan masyarakat. Kita perlu bahasa untuk
berbicara dengan orang lain, mendengaran orang lain, membaca dan menulis.
Bahasa memampukan kita mendeskripsikan kejadian-kejadian di masa lalu dan
merencanakan masa depan. Bahasa membuat kita dapat mewariskan informasi dari
satu generasi ke generasi berikutnya dan enciptakan suatu warisan budaya yang
kaya.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apakah
pengertian dan fungsi bahasa?
2. Bagaimanakah
tahap perkembangan bahasa?
3. Apa
sajakah factor yang mempengaruhi perkembangan bahasa?
4. Bagaimana
implikasi bahasa dalam dunia pendidikan?
C.
KAJIAN
TEORI
1.
Pengertian
dan Fungsi Bahasa
Bahasa (language) adalah bentuk komunikasi baik itu
lisan, tertulis, maupun menggunakan isyarat
yang didasarkan pada sebuah system symbol. Bahasa tidak sekedar cara
bagaimana kita bicara dengan orang lain, tetapi juga bagaimana lita menalar dan
menyelesaikan masalah. Adapun pengertian bahasa menurut para ahli :
a.
Keraf ( dalam smarapradhipa,2005) bahasa
adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbil bunyi yang
dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa adalah system kounikasi yang
mempergunakan symbol-simbol vocal (bunyi ujaran) yag bersifat arbitrer.
b. Owen
(dalam Setiawan, 2006) menyebutkan “language can be defined as a socially
shared combinations of those symbols and rule governed combinations of those
symbols” (bahasa dapat didefinisikan sebagai symbol yang diterima secara social
atau system konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan
symbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi symbol-simbol yang diatur oleh
ketentuan).
c. Mackey
(1986) mengatakan bahwa bahasa adalah
suatu bentuk dan bukan suatu keadaan ( language may be form and not matter)
atau suatu system lambang bunyi yang arbiter, atau jugs suatu system dari
sekian banyak system-sistem, suatu system dari suatu tatanan atau suatu tatanan
dalam system-sistem.
d. Soejono
(1983) mengatakan bahwa bahasa adalah suatu Srana perhubungan rohani yang amat
penting dalam hidup bersama.
Bahasa terdiri atas kata-kata yang digunakan oleh
masyarakat (perbendaharaan kata) dan aturan-aturan untuk memvariasikan dan
mengkombinasikan kata-kata tersebut (tata bahasa dan sintaksis).
Berdasarkan pengertian bahasa tersebut, fungsi
bahasa dapat diidentifikasikan sebagai berikut:[1]
a. Untuk
mengekspresikan diri
Bahasa membuat manusia
dapat mengekspresikan dirinya atau mengungkapkan segala sesuatu yang berada di
dunia batinnya. Sesuatu yang merupakan angan-angan pun dapat disampaikan
melalui bahasa. Bahasa bukan saja mencerminkan gagasan dan pikiran melainkan
juga mencerminkan perilaku seseorang. Bahasa juga dapat disebut sebagai alat
ukur untuk menyatakan keberadaan manusia.
b. Untuk
berkomunikasi
Komunikassi merupakan
akibaat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Dengan komunikasi kita dapat
menyampaikan semua yang kita rasakan dan menyampaikan pikiran yang kita ketahui
kepada kepada orang lain.
c. Untuk
berintegrasi dan beradaptasi secara social
Bahasa merupakan salah
satu unsur kebudayaan. Bahasa memungkinkan manusia memanfaatkan, mempelajari,
dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman mereka. Bahasa juga memberikan
kesempatan bersosialisasi antar sesama manusia. Dapat dikatakan pula bahwa
bahasa merupakan sarana bagi seseorang untuk menyesuaikan diri atau membaur ke
dalam kelompok masyarakat tertentu.
d. Untuk
tujuan control social
Fungsi bahasa sebagai alat control
social bermakna bahasa dapt dimanfaatkan untuk mengatur berbagai aktivitas yang
dilakukan manusia.
Menurut Larry L. Barker, seperti yang dikutip
oleh Mahreni Fajar, bahasa memiliki tiga fungsi:[5]
1. Penamaan (Naming atau
Labeling)
Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasi
objek, tindakan dan orang, dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam
komunikasi.
Contoh: Setiap orang
tahu sebuah papan kayu atau aluminium yang didesain sedemikian rupa untuk
menopang berat badan manusia ketika sedang duduk, dinamakan kursi atau bangku.
2. Interaksi
Fungsi
interaksi menekankan pada berbagai gagasan dan emosi, yang dapat mengundang
simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan.
Contoh: Seseorang yang
sedang kehilangan anaknya akan bercerita dengan sedihnya untuk berinteraksi
dengan kawan agar kondisi hatinya dapat dimengerti oleh sang lawan bicara.
3. Transmisi
Informasi
dari orang lain yang kita terima setiap hari, baik secara langsung maupun tidak
langsung, (dari media massa), inilah yang kita sebut fungsi transmisi.
2.
Tahap
Perkembangan Bahasa
Diseluruh
dunia, manusia memiliki tahap-tahap dan bentuk-bentuk yang sam dalam menguasai
kemahiran berbahasa. Pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang
berlangsung di dalam otak anak-anak ketika dia memperoleh bahasa pertama atau
bahasa ibu.
Pada
tahun pertama kehidupan, seseorang memproduksi bahassa dengan bergeraka maju
melewati tahap-tahap berikut :
a.
Mendekut (kebanyakan mengandung huruf
vocal)
Bayi-bayi
sanggup memproduksi bunyi dari dirinya sendiri. Mendekut adalah ekspresi oral
bayu mengekpolarasi pemroduksian bunyi vocal. Bayi-bayi sebenarnya lebih baik
disbanding orang dewasa dalam memilih bunyi yang tidak bermakna bagi mereka
(werker,1989). Mereka bias membuat pilihan fonetikk yang sudah tidak bias
dibedakan lagi oleh orang dewasa.
b.
Meraban/mengoceh (mengandung bunyi
konsonsn dan bunyi vocal)
Pada
tahap ini bayi-bayi tuli tidak lagi mengucapkan bunyi vocal. Bunyi diproduksi
berdasarkan perubahan didalam pendengaran bayi. Meraban adalah produksi yang
dipilih bayi terkait donem-fonem yang terpilih yang merupakan ciri bahasa asal
bayi (locke, 1994; petitto& merentette, 1991). Selama tahap ini, kemampuan
bayi untuk menyerap dan memproduksi
fon-fon selain fonem semakin memudar.
c.
Ucapan satu kata
Bayi
menggunakan satu kata (yang disebut holo frasse) untuk menyampaikan
intense;keinginan dan tuntutan. Biasanya, kata-kata adalah kata benda yang
melukiskan objek yang dikenal, yang biasa dilihat anak (seperti mobil, buku,
bola dll) atau keinginan (seperti mama, papa,jus, kue dll).
Pada
usia 18 bulan, anak-anak biasanya memiliki kosa kata 3 sampai 100 kata
(siegler, 1986). Namun, kosa kata anak kecil masih tidak bias menuangkan semua
keinginannya. Akibatnya anak-anak sering melakukan kesalahan.
d.
Ucapan dua kata dan ujaran telegrafik
Secara
bertahap antara usia 1,5 sampai 2,5 tahun, anak-anak mulai mengkombinasikan
kata-kata tunggal untuk menghasilkan ucpan dua kata. Komunikasi awal ini Nampak
lebih mirip telegram daripada percakapan. Ujaran telegrafis ini dapat digunakan
untik menggambarkan ujaran dua atau tiga kata bahkan yang sedikit lebih panjang
namun tidak memiliki fungsi.
e.
Struktur kalimat dasar orang dewasa
Kosa
kata berkembang dengan cepat. Kosa kata berlipat lebih dari tiga kali, dari
sekitar 300 kata pada usia 2 tahun menjadi 1.000 kata pada usia 3 tahun. Hamper
secara menakjubka, mulai dari kira-kira usia 4 tahun, kemampuan anak mencapai
fondasi dan struktur bahasa orang dewasa seiring dengan kemahiran kosakata yang
bertambah. Pada usia 5 tahun kebanyakan anak sudah mengerti dan memproduksi
kontruksi kalimat yang cukup kompleks dan tidak lazim. Pada usia 10 tahun,
bahasa anak secara fundamental sudah seperti orang dewasa.
3.
Factor
yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
Semua
orang menggunakan bahasa dalam batas tertentu “mengetahui” aturan-aturanya dan
memiliki kemampuan untuk menciptakan kata-kata maupn kalimat yang tidak
terbatas. Anak-anak sejak lahir dibekali tata bahas universal, yaitu kepekaan
otak terhadap ciri-ciri mendasar yang berlaku umum untuk segala macam bahasa,
seperti kata benda dan kata kerja., subjek dan objek, serta kalimat negative.
Adapun factor-foktor
yang mempengaruhi perkembangan bahasa, yaitu:
a. Pengaruh
biologis
Perkiraan
yang dilakukan menghasilkan beragam hasil, namu para ilmuwan percaya bahwa
kemampuan bahasa manusia diperoleh sekitar 100.000 tahun yang lalu. Dalam
proses ini, bahasa merupakan kemampuan terbaru dari manusia. Dengan memiliki
kesiapan fisik untuk berbahasa, homo sapiens melakukan lebih dari sekedar
bunyi-bunyian untuk mengembangkan pembicaraan abstrak. Kemampuan bahasa yang
canggih ini memberikan manusia keunggulan luar biasa dibandingkan dengan hewan
lain dan meningkatkan kemungkinan mereka bertahan hidup (pinker, 1994)
b. Universilitas
bahasa
Ahli
lingustikterkenal, Noam Chomsky (1975) adalah salah satu yang berpendapat bahwa
manusia secara biologis memiliki kesiapan untuk mempelajari bahasa pada waktu
tertentu dengan cara tertentu. Bukti terkuat tentang adanya dasar biologis dari
bahasa adalah fakta bahwa anak-anak di seluruh dunia mencapai perkembangan
pencapaian besar dalam bahasa pada usia yang hampir sama dan urutan yang juga
menyerupai di seluruh dunia, terlepas dari variasi dalam masukan bahasa yang
mereka dapatkan dari lingkungan.
Anak-anak
tidak dapat mempelajari aturan-aturan dan struktur bahasa sepenuhnya hanya
dengan menirukan apa yang mereka dengar. Namun, pasti ada hal-hal alamiah yang
menyiapkan anak-anak secara biologis,aturan tata bahasa yang universal yang
memungkinkan mereka memahami aturan dasar tentang bahasa dan menerapkan
aturan-aturan ini pada pembicaraan yang mereka dengar. Mereka mempelajari
bahasa tanpa kesadaran logika yang mendasarinya.
c. Bahasa
dan otak
Penelitian
dalam bidang ilmu neurosains menenjukkan bahwa otak memiliki bagia-bagian tertentu
yang siap digunakan untuk bahassa (schmalhofer & perfetti, 2007). Penelitia ilmu syaraf juga menunjukkkan bahwa
otak belahan kiri memahami sintaksis dan tata bahasa, namun otak kanan tidak
(nakano & blumstain,2004).
Menggunakan
teknik-teknik pencitraan otak seperti pemindaian PET, para peneliti menemukan
bahwa ketika seorang anak berusia 9 bulan, bagian otak yang menyimpan dan
mengurutkan banyak ingatan menjadi berfungsi dengan sempurna (Bauer,2007).
d. Pengaruh
lingkungan
Bahasa
tidak dipelajari dalam kevakuman social. Sebagian besar anak ‘berkubung dalam
bahasa’ sejak usia sangat dini. Secara khusus, para peneliti menemukan bahwa
kuantitas percakapan orang tua kepada anak berhubungan langsung dengan
pertumbuhan kosa kata anak dan bahwa kuantitas bicara juga dihubungkan dengan
status social-ekonomi keluarga.
Berpuluh-puluh
tahun lalu, para pengikut aliran keprilakuan menentang hipotesis Chomsky dan
berpendapat bahwa bahasa tidak menunjukkan hal selain sekumpulan respon-respon
yang diperoleh melalui penguatan (Skinner, 1957). Sedikit demi sedikit, ungkap
menurut para pengikut aliran keperilakuan, kemampuan bebahasa bai dibangun.
Menurut pengikut behavioristic ini, bahasa merupakan keterampilan kompleks yang
dipelajari, sama seperti bermainn piano atau menari.
Pandangan
behavioristic tentang proses belajar bahasa ini memiliki beberapa masalah.
Pertama, pandangan ini tidak menjelaskan bagaiman orang menciptakan
kalimat-kalimat baru sebelumnya. Kedua, anak-anak mempelajari sintaksi dari
bahas ibu mereka bahkan ketika mereka tidak diberikan penguatan untuk
melakukannya.
4.
Implikasi
Bahasa dalam Pendidikan
Perkembangan awal
keterampilan berbahasa melalui interaksi informal dengan orang tua dan orang
lain dalam lingkungan keluarga merupakan bagian penting dari pemerolehan
bahasa. Namun demikian, pendidikan formal di sekolah juga penting. Di sana
anak-anak belajar menggunakan aturan struktur bahasa yang lebih tinggi,
meningkatkan kosa kata, dan menerapkan keterampilan berbahasa untuk mempelajari
mengenai serangkaian konsep baru. Cara sekolah mencapai tujuan ini terkadang
kontroversial. Salah satu kontroversi menyangkaut pertanyaan bagaimana anak
belajar membaca dengan paling efektif. Perdebatan tentang membaca ini terpusat
pada dua pendekatan yang berbeda untuk belajar membaca : pendekatan bahasa
menyeluruh dan pendekatan fonik (Reutzel & Cooter, 2008).
a. Pendekatan
bahasa menyeluruh (whole-language
approach)
Menekanku intruksi
untuk membaca harus disesuaikan dengan proses alamiah anak belajar membaca.
Dalam kelas-kelas yang menggunakan pendekatan ini, pembaca awal diajarkan untuk
mengenali keseluruhan kata atau keseluruhan kalimat dan untuk menggunakan konteks
dari apa yang dibaca untuk menebak makna kata-kata tersebut. Jadi, kelas
mungkin dapat membaca Koran, majalah atau buku-buku dan kemudian menulis serta
mendiskusikannya.
b. Pendekatan
fonik (phonocs approach)
Menekankan bahwa
intruksi untuk membaca harus mengajarkan aturan-aturan dasar untuk
menerjemahkan symbol-simbol tertulis menjadi suara. Anak-anak diberikan materi
membaca yang kompleks seperti buku dan puisi hanya jika mereka sudah
mempelajari aturan-aturan yang menghubungkan fonem yang dibunyikan dengan
huruf-huruf alphabet yang digunakan untuk menampilkannya.
D.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bahasa
(language) adalah bentuk komunikasi baik itu lisan, tertulis, maupun
menggunakan isyarat yang didasarkan pada
sebuah system symbol. Fungsi bahasa dapat diidentifikasikan sebagai untuk
mengekspresikan diri, untuk berkomunikasi, untuk berintegrasi dan beradaptasi
secara social, untuk tujuan control social.
Tahap
perkembangan bahasa ada lima yaitu mendekut, meraban/mengoceh, ucapan satu
kata, ucapan dua kata dan ujaran telegrafik dan struktur kalimat dasar orang
dewasa. Factor yang mempengaruhi perkembangan bahasa ada empat yaitu pengaruh
biologis, universilitasa bahasa, bahasa dan otak, dan pengaruh lingkungan.
B. Saran
Semoga makalah ini bermanfaat khususnya untuk
penulis dan umumnya untuk para pembaca. Penulis sadar bahwa dalam makalah ini
masih banyak kekurangan dan kesalahan maka dari itu penulis sangat
mengharapakan kritik dan saran dari pembaca.
Daftar Pustaka
Atkinson L.rita, Richard. Pengantar Psikologi. Jakarta:erlangga.
1997
John w. santrock. Perkembangan Anak.edisi kesebelas.jilid 1.jakarta: erlangga.2007
King, laura A. Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif.salemba humanika.2010
Latipah, eva. Pengantar Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: pedagogia.2012